Amerika Dikepung Tanpa Sadar, Indonesia Harus Waspada

    Amerika Dikepung Tanpa Sadar, Indonesia Harus Waspada

    Dinamika  konflik global antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan. Namun di balik eskalasi yang tampak di permukaan, muncul analisis yang menyebut bahwa Amerika sejatinya tengah “dikepung tanpa perang”.
     
    Pandangan ini disampaikan oleh Mayjen TNI (Purn.) Fulad, mantan Penasihat Militer Republik Indonesia untuk PBB di New York (2017–2019), yang kini mengamati perkembangan geopolitik dari kawasan Geopark Ciletuh, Sukabumi.
     
    Menurut Fulad, pola konflik modern telah berubah secara fundamental. Ia menilai Iran tidak menghadapi Amerika secara langsung, melainkan membangun tekanan strategis berlapis yang membuat keunggulan militer konvensional Amerika menjadi kurang efektif.
     
    “Iran menciptakan medan pertempuran baru, di mana kekuatan militer konvensional Amerika menjadi tidak relevan, ” ujarnya.
     
    Fulad kemudian menguraikan enam bentuk tekanan strategis yang ia sebut sebagai “pengepungan tanpa perang”:
     
    Pertama, Iran menguasai pintu minyak: Selat Hormuz.
    Sekitar 20 juta barel minyak melewati selat ini setiap hari. Iran tidak perlu menutup total—cukup mengganggu. Dampaknya, harga minyak melonjak, biaya perang Amerika membengkak, dan tekanan politik di dalam negeri meningkat.
     
    Kedua—dan ini yang paling “genius”—Iran menyerang air.
    Negara-negara Teluk seperti Dubai, Bahrain, dan Arab Saudi sangat bergantung pada pabrik desalinasi hingga sekitar 60% pasokan air. Satu drone murah berpotensi melumpuhkan satu fasilitas vital.
     
    “Bayangkan, satu pabrik yang menyuplai jutaan orang hancur dalam hitungan menit. Dua minggu kemudian, kota bisa kehabisan air. Ini bukan lagi perang senjata, tetapi perang atas kebutuhan dasar manusia, ” jelas Fulad.
     
    Ketiga, Iran tidak melawan kekuatan udara Amerika secara langsung.
    Iran menggunakan konsep mosaic defense, yakni pertahanan yang tersebar. Drone murah dihadapkan pada sistem pertahanan mahal seperti rudal Patriot, menciptakan ketidakseimbangan biaya yang merugikan pihak lawan.
     
    Keempat, Iran memiliki jaringan.
    Kelompok seperti Hezbollah di Lebanon, Houthi di Yaman, milisi di Irak, hingga Hamas di Gaza menjadi bagian dari jaringan yang memperluas medan konflik. Satu perang berubah menjadi banyak front kecil yang menguras perhatian dan sumber daya.
     
    Kelima, Iran memenangkan narasi global.
    Di berbagai forum internasional, Iran berhasil membangun citra sebagai pihak yang mempertahankan kedaulatan. Hal ini mendorong perubahan persepsi global terhadap konflik yang terjadi.
     
    Keenam—ironisnya—serangan Amerika justru menyatukan Iran.
    Sebelum konflik, Iran menghadapi berbagai tekanan internal. Namun ketika ancaman datang dari luar, masyarakat justru bersatu. Fenomena ini, menurut Fulad, merupakan pola klasik yang kerap diabaikan dalam strategi perang.
     
    “Perang hari ini bukan hanya soal senjata, tetapi juga tentang energi, air, ekonomi, dan opini publik, ” tegasnya.
     
    Penguatan Perspektif Keamanan dan Informasi
    Sementara itu, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda Jawa Barat  menilai bahwa analisis tersebut penting untuk dipahami masyarakat luas, khususnya dalam memperkuat ketahanan nasional.
     
    Menurut Hendra, ancaman modern tidak selalu hadir dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui informasi dan persepsi.
     
    “Apa yang disampaikan Mayjen Fulad menunjukkan bahwa ancaman saat ini memiliki dimensi yang lebih kompleks, termasuk informasi dan persepsi publik, ” ujarnya, Sabtu (4/4/2026)
     
    Ia menambahkan bahwa di era digital, penyebaran informasi yang cepat dapat memengaruhi stabilitas. Oleh karena itu, komunikasi publik yang akurat menjadi sangat penting.
     
    “Pemahaman yang benar akan membantu masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi, ” jelasnya.
     
    Pelajaran Strategis bagi Indonesia
    Baik Fulad maupun Hendra sepakat bahwa perubahan pola konflik global membawa pelajaran penting bagi Indonesia.
     
    Fulad menekankan pentingnya ketahanan pada sektor dasar seperti air, pangan, dan energi, serta perlindungan terhadap infrastruktur vital.
     
    Sementara itu, Hendra menyoroti kesiapan menghadapi ancaman non-konvensional, termasuk serangan siber dan gangguan terhadap sistem informasi.
     
    “Ketahanan nasional saat ini tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman baru, ” ujarnya.
     
    Dijelaskan, dunia tengah memasuki era baru, di mana perang tidak selalu hadir dalam bentuk konvensional.
     
    Tekanan dapat datang secara perlahan melalui jalur ekonomi, infrastruktur, dan informasi.
     
    Dalam situasi tersebut, Indonesia dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh.

    Ciamis

    Ciamis

    Artikel Sebelumnya

    Polres Ciamis Gencarkan Patroli Dialogis...

    Artikel Berikutnya

    Gerak Cepat Tim SAR Sat Brimob Polda Jabar...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    *Hadiri RAT, Polsek Cipaku Dukung Penuh Program Koperasi Warga Cigebot Desa Muktisari*
    *Perkuat Sinergitas, Polsek Cihaurbeuti Polres Ciamis Koorkom Kamtibmas ke Warga Sumberjaya*
    *Cipkon Kamtibmas, Polsek Rajadesa Intens Patroli KRYD Beri Kenyamanan Masyarakat*
    *Perkuat Sinergitas, Polsek Sukadana Polres Ciamis Intens Datang ke Warga Beri Imbauan Kamtibmas*
    *Berikan Rasa Aman, Sat Samapta Polres Ciamis Beri Himbauan Kamtibmas ke Warga di Terminal*
    Komisi III DPR RI Kunjungi Polda Jabar, Tinjau Kondisi Penegakan Hukum di Jabar
    Kunjungan Kerja Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Jabar di Ciamis, Perkuat Sinergi dan Kepedulian Sosial
    Kapolda Jabar Tinjau Sport Center Tathya Dharaka Polres Ciamis, Perkuat Peran Kepolisian dalam Fasilitas Publik dan Pembinaan Personel
    Komisi III DPR RI: Pelaksanaan KUHP Baru di Jawa Barat Berjalan Lancar, Sinergi Antar Lembaga Jadi Kunci
    Polsek Banjarsari Koordinasi Bersama Satpam Perbankan Antisipasi Gangguan Kamtibmas
    Pengamanan Ibadah Jumat Agung, Polres Ciamis Pastikan Kegiatan Berjalan Aman dan Kondusif di Gereja Pantekosta
    Polsek Kawali Gencarkan Himbauan Kenakalan Remaja, Polri Hadir Cegah Gangguan Kamtibmas di Malam Hari
    Satuan Samapta Polres Ciamis Patroli ke Terminal Ciamis Beri Imbauan Kamtibmas
    4 Ribu Warga Pulang Ke Kampung Halaman Dengan Program Mudik Gratis Bersama Polda Jabar
    Libur Hari Raya Idul Fitri, Pospam Cihaurbeuti Pantau Aktivitas di Area Wisata Bukit Sampalan Asri
    Polsek Sukadana Polres Ciamis Apel dan Binluh ke Anggota Saka Bhayangkara Kwaran Sukadana
    Humanis, Pasukan Patroli Roda 4 Polres Ciamis Datangi Obvit SPBU Nagrak
    Pelatihan Coaching Clinic Safety Riding dan Safety Driving, Dirgakkum Tingkatkan Kompetensi Profesionalisme dan Humanis Anggota PJR
    Polres Ciamis Gelar Sosialisasi Whistle Blower System dan SP4N Lapor untuk Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas
    Polsek Rancah Intensifkan Patroli Dialogis Siang Hari, Wujud Kepedulian Polri dalam Menjaga Keamanan dan Kenyamanan Warga

    Ikuti Kami